Rabu, 02 Agustus 2017

dokter dan suster seperti kakak dan ayahku sendiri di rumah ke duaku.



SRI MULYATI DAN DOKTER HERU WIYONO

        Assalamualaikum maaf sekian lama aku tak pernah menulis blog ini karena banyak kesibukan yang aku jalani. ini cerita yang membuatku ingin, ingin, dan ingin terus membaca dan mengingat tentang beliau dan mbak sri.


           Entah mengapa aku merasa kedua sosok yang merawatku selama 6 tahun ini serasa bukan seperti orang lain bagiku, mbak sri dan dokter heru telah aku anggap seperti keluarga sendiri. Apalagi sosok dokter heru yang grapyak dan bisa membuatku tersenyum, ketawa, kebapak,annya ada dan nyaman. Apalagi mbak sri yang selama ini selalu aku jahilin, bikin aku ketawa mbak sri gak pernah marah, pernah marah itu waktu itu aku masuk rumah sakit dan biasa aku semaput karena dadaku sering sesak. Nah setelah 2 jam makan di cek GDAnya ternyata tinggi hampir 400, aku kan di infus pasti kalau ada obat atau cairan masuk ke dalam infus pasti sakit dan aku mencoba kabur dari mbak sri supaya tidak di suntik lewat infus, lalu ketahuan sama mbak sri dan berkata ”ape nang endi nduk?? Mbalik nang kamar mbaringne tak injeksi tambahan gawe nurunno gulomu nduk” kataku ”halah mbak.. emoh aku loro lhoo” kata mbak sri ” ayoo nduk ojok ngunu kowe gelem sembuh gak lak ngunu terus gulomu duwur engkok awakmu lebih isok anfal engkok.” dan di situ aku menjerit kesakitan dan mengoceh-ngoceh apa yg aku kesalkan ke mbak sri. Kata mbak sri ”iyoo nduk.. nggeh nduk.. nah lek ngene kan enak. :D”

 

          Suatu ketika aku mendengar bahwa mbak sri akan menikah dengan mas indro. aku yang di anggap sebagai adik oleh mbak sri aku merasa bahagia mbak sri nikah dengan mas indro. dalam hati aku berkata "kalau mbak sri nikah aku dateng langsung aja dan buwuh pakai uangku sendiri" pada hari dimana mbak sri sedang bahagia dengan pernikahannya. aku nekat ke lamongan dengan rombongan suster suster RSHU tanpa pamit atau izin dari mami, dan saat itu juga aku bolos dari kuliah. ah.. tidak apa yang penting di acara terpenting mbak sri aku datang. dan ternyata seru juga aku datang ke pernikahan mbak sri. karena bagiku RSHU, suster-susternya bagaikan rumah keduaku dan udah aku anggap seperti saudara kandungku sendiri. hanya mereka yang mengerti semua kondisi biologi ataupun pesikisku. terima kasih penghuni RSHU.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar