SRI MULYATI DAN DOKTER HERU WIYONO
Assalamualaikum maaf sekian lama aku tak pernah menulis blog ini karena banyak kesibukan yang aku jalani. ini cerita yang membuatku ingin, ingin, dan ingin terus membaca dan mengingat tentang beliau dan mbak sri.
Entah mengapa aku
merasa kedua sosok yang merawatku selama 6 tahun ini serasa bukan seperti orang
lain bagiku, mbak sri dan dokter heru telah aku anggap seperti keluarga
sendiri. Apalagi sosok dokter heru yang grapyak dan bisa membuatku tersenyum,
ketawa, kebapak,annya ada dan nyaman. Apalagi mbak sri yang selama ini selalu
aku jahilin, bikin aku ketawa mbak sri gak pernah marah, pernah marah itu waktu
itu aku masuk rumah sakit dan biasa aku semaput karena dadaku sering sesak. Nah
setelah 2 jam makan di cek GDAnya ternyata tinggi hampir 400, aku kan di infus
pasti kalau ada obat atau cairan masuk ke dalam infus pasti sakit dan aku
mencoba kabur dari mbak sri supaya tidak di suntik lewat infus, lalu ketahuan
sama mbak sri dan berkata ”ape nang endi nduk?? Mbalik nang kamar mbaringne tak
injeksi tambahan gawe nurunno gulomu nduk” kataku ”halah mbak.. emoh aku loro
lhoo” kata mbak sri ” ayoo nduk ojok ngunu kowe gelem sembuh gak lak ngunu
terus gulomu duwur engkok awakmu lebih isok anfal engkok.” dan di situ aku
menjerit kesakitan dan mengoceh-ngoceh apa yg aku kesalkan ke mbak sri. Kata
mbak sri ”iyoo nduk.. nggeh nduk.. nah lek ngene kan enak. :D”
Suatu ketika aku mendengar bahwa mbak sri akan menikah dengan mas indro. aku yang di anggap sebagai adik oleh mbak sri aku merasa bahagia mbak sri nikah dengan mas indro. dalam hati aku berkata "kalau mbak sri nikah aku dateng langsung aja dan buwuh pakai uangku sendiri" pada hari dimana mbak sri sedang bahagia dengan pernikahannya. aku nekat ke lamongan dengan rombongan suster suster RSHU tanpa pamit atau izin dari mami, dan saat itu juga aku bolos dari kuliah. ah.. tidak apa yang penting di acara terpenting mbak sri aku datang. dan ternyata seru juga aku datang ke pernikahan mbak sri. karena bagiku RSHU, suster-susternya bagaikan rumah keduaku dan udah aku anggap seperti saudara kandungku sendiri. hanya mereka yang mengerti semua kondisi biologi ataupun pesikisku. terima kasih penghuni RSHU.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar