Minggu, 13 Agustus 2017

Arti Sahabat



SAHABAT
            Sahabat itu seperti teman sehidup semati yang mengerti kelebihan dan kekurangan kita, saat kita senang mereka merasakan, saat kita ada masalah dengan yang lain selalu memberi solusi, saat kita terjatuh selalu memberi kita support itu yang aku rasakan pada kedua sahabatku dari MtsN sampai sekarang dan dari MAN sampai sekarang juga.
            Sahabat pertamaku Namanya Widya Nur Aini. Dia sahabatku sejak duduk di bangku SMP sampai sekarang tepatnya kelas 9. Nah awal aku ketemu dia itu di kelas widya itu duduk termenung menyendiri dan memisah dari yang lain. Ya memang aku tau saat itu hanya widya yang pindahan dari kelas B ke kelas D. Namun seiringnya berjalannya waktu widya mengajakku untuk jajan bareng ke kantin dan semenjak itu aku dan widya sering sekali tengkar-tengkar kecil karena masalah yang gak jelas juntrungnya. Dan pernah suatu ketika aku sakit terbaring di RSHU sedang kesakitan dan parah banget widya menjenguk ku di rumah sakit dan menghiburku dan menyemangatiku agar aku cepat sembuh dan kembali bersekolah. Aku bersyukur punya sahabat seperti widya yang kocak, menyenangkan, seru, asyik, gak jaim, dan banyak lainnya. Ya meski kita bersahabat namun tidak terlalu sering kita komunikasi, sekali komunikasi aku selalu memanggil dia dengan sebutan crut (panggilanku ke widya). Namun kita tak pernah putus hubungan. Paling kalau tidak berkomunikasi hanya 4 bulan. Dan kalau berkomunikasi tak segan-segan aku yang ke rumahnya untuk bermain, lagian orang tua kami sudah saling kenal layaknya orang yang mempunyai hubungan pacaran. Hahahaha..... ngaco.
            Sahabat keduaku namanya Nuzuliya Rohma Qurrota Ag’yun, dia adalah sosok yang menurutku lebih dewasa pemikirannya dan lebih matang. Awal aku mengenal agyun waktu aku duduk di MAN kelas 2, kita sebangku. Memang aku dulu males yang namanya belajar, namun aku diingatkan atau di beri semnagat oleh agyun buat terus belajar. Pernah suatu ketika aku punya PR matematika, di situ agyun gak bisa mengerjakan. Aku di paksa untung mengajarinya, namun tau sendiri aku anaknya usil dan pingin menggoda agyun agar marah. Lalu aku berkata ”gak mau aku ngajari kamu, males berani bayar aku berapa?” kata agyun ”ayolah syif, awas ya kalau kamu minta ajari aku ekonomi gak tak ajari!”. haha.. aku mengingat masa-masa senang, susah, sedih, sampai aku punya masalah berat aku bercerita hanya pada agyun dan widya.
Sahabat sosok yang mengerti kelebihan dan kekuranganmu, aku merasakan masa-masa sulit dengan mereka. Mereka akan tau kenapa aku selalu tiba-tiba ke rumah mereka dengan secara tiba-tiba karena aku kangen pada mereka. Jujur aku melihat mereka senang dengan yang lain hati ini terasa tidak terima, namun ada seseorang yang mengatakan bahwa ”jika memang dia benar-benar sahabatmu maka biarlah mereka berteman dengan yang lain, dia akan tau kapan akan kembali pulang.”
Terima kasih sahabatku karena kau yang selalu ada saat aku terpuruk dan terjatuh, berbeda dengan yang lain yang hanya pada saat aku senang saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar