Rabu, 28 Desember 2016

Usia 15 tahun labil dan mudah menyerang



Sekian lama aku sering keluar masuk Rumah sakit pada bulan april saya masuk rumah sakit husada utama karena gula darahku tinggi lagi, setelah sampai di rumah sakit husada utama mami meminta kepada perawat untuk ganti dokter yang awalnya dokter darmayanti menjadi dokter heru wiyono, setelah itu aku keluar dari rumah sakit dan ternyata enak kalau berkomunikasi dengan dokter heru. Tidak hanya berobat di dokter heru mamiku sering memberiku berbagai macam obat dari obat jamu pait, daun insulin, dan lain-lain. Sampai mamiku mendengar dari  omku yang juga sakit asma bahwa ada pengobatan alternatif di daerah kediri. Mendengar itu mamiku keesokan harinya langsung ke sana dengan aku dan rombongan yang mau berobat altrnatif di sana, setelah sampai lokasi aku melihat masih sepi kira-kira pukul 08.00 dan tidak ada satu pun pasien yang datang kecuali satu rombonganku dan omku. Pada pukul 09.00 warga sekitar berdatangan ke tempat tersebut untuk berobat, satu persatu nama pasien di panggil pada tiba saatnya aku di panggil aku merasa takut dan agak ngeri, dan aku di dalam itu di temani oleh mamiku dan rombogan guru-guru perempuan teman omku. Nah di situ aku di pijat dan selesai di pijat aku dan mami di beritahu bahwa aku boleh makan yang manis-manis tapi jangan makan telur, ayam dan juga di coba jangan suntik insulin, ibu beserta rombongan datang lagi minggu depan untuk melihat hasil perkembangan anak ibu.
Setelah dari pengobatan alternatif tersebut aku beserta rombongan pulang ke surabaya, ya namanya anak masih SMP kelas 3 awal semester pasti nakal-nakalnya gak mau nurut apa kata orang tersebut. Dan setelah seminggu kemudian aku beserta rombongan kemarin di tambah tanteku yang jalannya sulit ikut ke kediri untuk mencoba pengobatan alternatif. Seperti minggu lalu keadaannya di pijat namun orang yang memijat aku memberikan penawaran kepada mamiku untuk membeli obat dari orang tersebut supaya untuk pelengkap, Setelah dari kediri keesokkan harinya aku beraktifitas seperti biasa sekolah, bermain, belajar, dan lain-lain. Namun pada siang itu sebelum shalat dzuhur aku merasa sakit gigi dan meminta izin kepada guru kelas yang sedang mengajar untuk ke uks dan meminta obat, setelah aku meminum obat itu aku merasa mendingan. Namun setelah shalat dzuhur kaki serasa berat atau bengkak dan juga pipi sebelah kiri membesar tidak seimbang dengan sebelahnya, lalu aku ke kantor untuk meminta izin pulang terlebih dahulu dan waktu aku di kantor aku bertemu dengan bu nunung yakni tante beserta salah satu guruku yang mengajar di sekolahku. Dan berkata ”kamu kenapa lagi? Sering banget izin pulang” dalam benakku aku kesakitan bu nunung. Hahahaha..... tapi ya sudahlah.
Setelah pulang sekolah aku di suruh mamiku untuk istirahat dan meminum obat sementara untuk penghilang rasa sakitku. Keesokan harinya mamiku berencana membawaku ke rumah sakit husada utama tapi kata tanteku tidak di cover atau di tanggung oleh PLN lalu mami membawaku ke RS. Haji yang dimana antrinya bukan main panjang banget, setelah mengantri dan aku di panggil oleh dokter buat masuk dan di periksa, mamiku menceritakan semua penyakitku dan apa yang aku rasakan. Setelah aku periksa dan membeli obat di RS. Haji langsung aku mencari makan dan minum obat dari yang di sarankan oleh dokter tersebut. Namun setelah minum obat dari dokter itu tiba-tiba aku berjalan dari luar setelah cari makan ke dalam parkiran motor terasa sesak sekali nafasku, tak berfikir panjang mamiku telpon tanteku apa di tanggung atau tidak ternyata di tanggung lagi. Tidak segan-segan mamiku membawaku kembali ke RS. Husada Utama langsung ke UGD dan di periksa ternyata aku terlalu banyak dosis penghilang rasa sakit untuk gigi, tak lama kemudian aku masuk rumah sakit. Waktu dokter heru visite untuk memeriksaku dan mengobrol dengan mamiku kenapa keadaannya menjadi seperti ini? Setelah 1 bulan tidak kontrol. Lalu mamiku menceritakan semua kejadiannya kepada dokter heru, tapi dokter heru berkata ”sudah bu jangan di ulangi lagi ya untuk tidak insulin. Karena anak ibu masuk dengan GDA 900 wooww... sangat fantastis bu. :D ”
Selama 2 minggu aku gak sekolah, aku gak ikut try out, gak ikut ulangan harian, dan gak bisa bermain sama teman-temanku. Aku merasa kesepian dan kesakitan, tapi guru-guruku dan juga teman-temanku jenguk aku ya allah aku merasa senang dan terhibur. Selama 2 minggu di RSHU aku sering sekali menggoda suster-suster yang ada di lantai 6 terutama yang bernama sri mulyati karena waktu itu mbak sri belum menikah. Suatu hari dokter heru visite untuk memeriksaku selalu di dampingi oleh mbak sri dan di sela-sela memeriksa aku dokter heru berkata ”golekno jodoh gawe mbakyumu seng ayu dewe, duwe kenalan sopo ngunu kowe sifa??” kataku ”ada kok dok stok saya banyak ada di gudang. Hahahaha....” kata mbak sri ”hahaha.... wes dok wes dok leren, ojok di rungokno sifa hahahaha.....”.