Sekian lama aku sering keluar masuk Rumah sakit pada
bulan april saya masuk rumah sakit husada utama karena gula darahku tinggi
lagi, setelah sampai di rumah sakit husada utama mami meminta kepada perawat
untuk ganti dokter yang awalnya dokter darmayanti menjadi dokter heru wiyono, setelah
itu aku keluar dari rumah sakit dan ternyata enak kalau berkomunikasi dengan
dokter heru. Tidak hanya berobat di dokter heru mamiku sering memberiku
berbagai macam obat dari obat jamu pait, daun insulin, dan lain-lain. Sampai
mamiku mendengar dari omku yang juga
sakit asma bahwa ada pengobatan alternatif di daerah kediri. Mendengar itu
mamiku keesokan harinya langsung ke sana dengan aku dan rombongan yang mau
berobat altrnatif di sana, setelah sampai lokasi aku melihat masih sepi
kira-kira pukul 08.00 dan tidak ada satu pun pasien yang datang kecuali satu
rombonganku dan omku. Pada pukul 09.00 warga sekitar berdatangan ke tempat
tersebut untuk berobat, satu persatu nama pasien di panggil pada tiba saatnya
aku di panggil aku merasa takut dan agak ngeri, dan aku di dalam itu di temani
oleh mamiku dan rombogan guru-guru perempuan teman omku. Nah di situ aku di
pijat dan selesai di pijat aku dan mami di beritahu bahwa aku boleh makan yang
manis-manis tapi jangan makan telur, ayam dan juga di coba jangan suntik insulin,
ibu beserta rombongan datang lagi minggu depan untuk melihat hasil perkembangan
anak ibu.
Setelah dari pengobatan alternatif tersebut aku beserta
rombongan pulang ke surabaya, ya namanya anak masih SMP kelas 3 awal semester
pasti nakal-nakalnya gak mau nurut apa kata orang tersebut. Dan setelah
seminggu kemudian aku beserta rombongan kemarin di tambah tanteku yang jalannya
sulit ikut ke kediri untuk mencoba pengobatan alternatif. Seperti minggu lalu
keadaannya di pijat namun orang yang memijat aku memberikan penawaran kepada
mamiku untuk membeli obat dari orang tersebut supaya untuk pelengkap, Setelah
dari kediri keesokkan harinya aku beraktifitas seperti biasa sekolah, bermain,
belajar, dan lain-lain. Namun pada siang itu sebelum shalat dzuhur aku merasa
sakit gigi dan meminta izin kepada guru kelas yang sedang mengajar untuk ke uks
dan meminta obat, setelah aku meminum obat itu aku merasa mendingan. Namun
setelah shalat dzuhur kaki serasa berat atau bengkak dan juga pipi sebelah kiri
membesar tidak seimbang dengan sebelahnya, lalu aku ke kantor untuk meminta
izin pulang terlebih dahulu dan waktu aku di kantor aku bertemu dengan bu
nunung yakni tante beserta salah satu guruku yang mengajar di sekolahku. Dan
berkata ”kamu kenapa lagi? Sering banget izin pulang” dalam benakku aku
kesakitan bu nunung. Hahahaha..... tapi ya sudahlah.
Setelah pulang sekolah aku di suruh mamiku untuk istirahat
dan meminum obat sementara untuk penghilang rasa sakitku. Keesokan harinya
mamiku berencana membawaku ke rumah sakit husada utama tapi kata tanteku tidak
di cover atau di tanggung oleh PLN lalu mami membawaku ke RS. Haji yang dimana
antrinya bukan main panjang banget, setelah mengantri dan aku di panggil oleh
dokter buat masuk dan di periksa, mamiku menceritakan semua penyakitku dan apa
yang aku rasakan. Setelah aku periksa dan membeli obat di RS. Haji langsung aku
mencari makan dan minum obat dari yang di sarankan oleh dokter tersebut. Namun
setelah minum obat dari dokter itu tiba-tiba aku berjalan dari luar setelah
cari makan ke dalam parkiran motor terasa sesak sekali nafasku, tak berfikir
panjang mamiku telpon tanteku apa di tanggung atau tidak ternyata di tanggung
lagi. Tidak segan-segan mamiku membawaku kembali ke RS. Husada Utama langsung
ke UGD dan di periksa ternyata aku terlalu banyak dosis penghilang rasa sakit untuk
gigi, tak lama kemudian aku masuk rumah sakit. Waktu dokter heru visite untuk
memeriksaku dan mengobrol dengan mamiku kenapa keadaannya menjadi seperti ini?
Setelah 1 bulan tidak kontrol. Lalu mamiku menceritakan semua kejadiannya
kepada dokter heru, tapi dokter heru berkata ”sudah bu jangan di ulangi lagi ya
untuk tidak insulin. Karena anak ibu masuk dengan GDA 900 wooww... sangat
fantastis bu. :D ”
Selama 2 minggu aku gak sekolah, aku gak ikut try out,
gak ikut ulangan harian, dan gak bisa bermain sama teman-temanku. Aku merasa
kesepian dan kesakitan, tapi guru-guruku dan juga teman-temanku jenguk aku ya
allah aku merasa senang dan terhibur. Selama 2 minggu di RSHU aku sering sekali
menggoda suster-suster yang ada di lantai 6 terutama yang bernama sri mulyati
karena waktu itu mbak sri belum menikah. Suatu hari dokter heru visite untuk
memeriksaku selalu di dampingi oleh mbak sri dan di sela-sela memeriksa aku
dokter heru berkata ”golekno jodoh gawe mbakyumu seng ayu dewe, duwe kenalan
sopo ngunu kowe sifa??” kataku ”ada kok dok stok saya banyak ada di gudang.
Hahahaha....” kata mbak sri ”hahaha.... wes dok wes dok leren, ojok di rungokno
sifa hahahaha.....”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar