Sabtu, 19 November 2016

usia 14 tahun DM tipe 1

Usia 14 Tahun Terkena Diabetes Melitus Tipe 1


Nama saya syifak indana zulfa lahir di surabaya 31 oktober 1996 dari 4 bersaudara anak terakhir, saya lagi meneruskan pendidikan saya di UINSA S1 jurusan kependidikan islam prodi manajemen pendidikan islam tahun ajaran 2015-sekarang. saya 4 bersaudara anak terakhir, kakak pertama namanya abdul qodir tinggal di surabaya mempunyai istri fauziyah aryanti dan memiliki 1 orang putri bernama fatima aqilah azzahra, kakak kedua saya bernama nouris sa'adah bertempat tinggal di bangkalan madura, mempunyai seorang suami bernama didit agustianto putra dan memiliki 2 orang anak laki-laki dan perempuan bernama Muhammad parsa ruwayfi hamdi dan anisa syafa salsabila, kakak nomer tiga bernama nur indah inayati memiliki seorang suami bernama candra bertempat tinggal di surabaya.nah ini awal mula aku terkena diabetes

awal mula saya duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP/Mtsn). waktu itu saya seperti anak-anak di kalangan biasanya yang suka bermain, bersenda gurau, belajar, dan lain-lain. saya juga kalau sekolah selalu di bawakan makanan tapi ya namanya anak-anak pingin jajan jadi jajannya sembarangan. setelah beberapa bulan kemudian saya sepulang sekolah selalu naik angkot dari rungkut sampai siwalankerto namun entah kenapa setiap pulang sekolah selalu beli minuman pop ice dan tempura, awalnya emang tidak apa-apa namun orang tua saya heran kenapa saya selalu sering sakit? waktu saya sakit dan di bawa oleh mami ke RSI ahmad yani dan di periksa kata dokter terkena lambung, setelah dari RSI saya pulang dan minum obat dari dokter namun setelah 1 minggu dari RSI tidak kunjung sembuh akhirnya saya di bawa lagi sama mami ke RSI ahmad yani dan jawabannya tetap sama seperti 1 minggu yang lalu aku datang kemari. namun mamiku curiga karena telah di kasih obat lambung dari dokter kenapa kok tidak sembuh malah semakin parah dan berinisiatif untuk berkata pada dokter di RSI tersebut "dok, dari kemarin-kemarin bilangnya cuman lambung-lambung saja tapi tidak ada kemajuan ini anak saya bagaimana ini dok? saya minta cek gula darah." kata dokter "loh ibu kok su'udzon terhadap anak ibu sendiri?" kata mami "bukannya su'udzon dok tapi yang saya lihat dari perkembangan anak saya kok banyak makan tapi tidak naik berat badannya, sering buang air kecil, dan kalau pagi sering banget ngantuk dan mudah lelah." kata dokter " okee bu saya cek gulah darah anak ibu" dan hsil dari cek gula darah tersebut 510, dari situ mamiku langsung menghampiri aku di atas ranjang dan menangis di hadapanku. aku tidak tega melihat mami menangis namun waktu itu aku bertanya-tanya aku kenapa dan mamiku juga kenapa kok nangis, lalu mamiku memberitahu kalau aku terkena diabetes.

setelah itu mami minta dokter untuk aku di opname RSI ahmad yani dan mami menelpon tanteku yang bekerja di pln untuk menannyakan apa bisa aku di opname di RSI karena aku di tanggung asuransi dan akhirnya bisa. namun tanteku menyarankan untuk di Rumah sakit Husada Utama, langsung aku di bawa ke sana dan aku di bawa ke igd dan menceritakan semua yang terjadi di RSI.setelah itu aku di infus dan di bawa ke lantai 7 kelas 3, 5 hari aku di RS di ajarkan oleh dokter darmayanti cara meyuntik insulin secara benar dan sesuai jadwal. setelah keluar dari rumah sakit aku seperti biasa kontrol ke dokter darmayanti untuk cek gula darah dan mendapatkan nasehat-nasehat tentang pola makan untuk penderita diabetes tapi entah kenapa selama aku di rawat oleh dokter darmayanti itu aku ngerasa gak enak kurang adanya komunikasi antara pasien dan dokternya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar